Tuesday, February 6, 2007

2sides

wahai sang pecundang...
aku menundukkan kepala kepada mu sebagai rasa hormat ku,
karena tanpa diri mu,
aku tidak akan pernah bisa menjadi seorang pemenang.

wahai para pecundang...
nikmatilah kepahitan dan kegetiran mu, dan ingatlah semua hinaan, dan celaan,
karena di saat kamu jadi pemenang,
kamu akan merasakan betapa berharganya sebuah kemenangan.

oh para pemenang...
percayalah suatu hari nanti kamu akan menjadi pecundang,
karena warna tidak hanya putih,
dan hidup tidak begitu membosankan.

jangan lah takut menjadi seorang pecundang,
karena dengan menjadi seorang pecundang,
kamu akan mengerti,
di atas langit masih ada langit.

(imported from old site)

Saturday, January 27, 2007

05.59PM to 06.00PM

Alunan lagu nan merdu,
membawa lamunanku,
kembali ke masa lalu.

Di senja itu,
ku genggam tangan mu,
ku tatap mata mu,
dan waktu pun membeku,
dan mentari pun terus di situ,
bersama riak ombak menderu,
dan kicauan burung berseru-seru.

Tidak ada suara yang tidak perlu,
mulut kita diam membisu,
aku tahu dan begitu juga kamu,
karena hati kita telah bersatu.

Alunan lagu nan merdu,
membawa lamunanku,
kembali ke masa lalu.

Dan biarlah sekali lagi waktu membeku,
dan sekali lagi mentari diam di situ,
juga lamunanku di masa lalu.

Andai aku bisa membalikkan waktu,
di saat terakhir kita bertemu,
ku ingin kau tahu,
aku akan terus mencintai mu,
walau seribu tahun berlalu.

Oh.. alunan lagu nan merdu,
bawalah sekali lagi lamunanku,
tuk kembali ke masa lalu.

(imported from old site)